[pic.goodfon.com]
seperti hatimu dalam selindung awan
yang menerpa persada nan rupawanaku yang tak bisa menjenguknya
dalam sekelip mata cahaya
semenjak pergimu di waktu senja
melamunimu hanya mengeroposi sendi cinta
seperti tersimpul dan tertarik semula
apakah kebenaran rasa ini harus didera
terhukum perasangka yang kaupunya
terbiar dan perlahan menyusut sirna
kau biarkan saja bayangmu di hati
tersenyum pilu dalam penantian asli
itu adalah bagian dari dirimu
yang kau tinggalkan di hatiku
jika pun itu perasaanku sendiri
setidaknya aku mampu kembali
seperti tak mengenalmu lagi
dan warna indah serpihan jingga
berpencar pada ketiadaan semula.
Tarakan,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar