Sempat jua kau menoleh
pergimu kala hujan mulai menoreh
basahi hati nan kian beku
tak kuasa menahan pergimu.
Sembab siang itu renggut bahagia
kala utuhnya mulai merambah jiwa
apalah daya pergi yang kau pinta
terpaksa kuseka bening cinta.
Detik akhir itu masih terasa
walau telah sekian lama
sendu wajahmu masih getarkan jiwa
serta kenang indah masih menerpa.
Setangkai mawar merah yang basah
kini mengering disiangi resah
darimu saat awal musim indah.
Semoga kau sama
tak mampu lupakannya
meski kembali tak mudah
karena terlanjur parah
gores ucapmu terlanjur sudah
tinggalkan aku karena bersalah
salah menaruh hatiku
tak mampu milikimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar